Hasil penelitian di Melbourne, Australia,
menunjukkan, secara statistik IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi
lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan
berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka
berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional, dan sosialnya
pun lebih baik.
Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang
diajarkan berenang ketimbang orang dewasa karena bayi tak pernah memiliki
faktor X, semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi
sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini
membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.
Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan
bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam karena pada usia
tersebut ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang.
Bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis
ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak
tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang
dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut bayi tak bisa
berenang lagi, lho.
Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap
bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisasi atau acak-acakan.
Dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa
mengambang. Ia pun jadi senang. Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya
juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan.
Mengajarkan bayi berenang sejak tahun pertama
memiliki banyak manfaat. Tak hanya bermanfaat untuk bayi, berenang juga bisa
meningkatkan bonding antara orangtua-anak. Mengajarkan berenang se-dini mungkin
kepada anak, memberikan lebih banyak manfaat.
1.
Bonding
Berenang bersama bayi menjadi momen yang menyenangkan untuk anak dan orangtua. Selain mendebarkan, berenang bersama bayi juga meningkatkan bonding orangtua-anak.
Berenang bersama bayi menjadi momen yang menyenangkan untuk anak dan orangtua. Selain mendebarkan, berenang bersama bayi juga meningkatkan bonding orangtua-anak.
2.
Perkembangan fisik dan mental
Aktivitas berenang melatih perkembangan fisik dan mental anak. Anak tak hanya tumbuh lebih bugar dan kuat, namun juga membantu anak untuk lebih bernafsu makan dan lebih nyenyak tidur.
Aktivitas berenang melatih perkembangan fisik dan mental anak. Anak tak hanya tumbuh lebih bugar dan kuat, namun juga membantu anak untuk lebih bernafsu makan dan lebih nyenyak tidur.
3.
Belajar life-skill
Bayi juga bisa belajar life-skill, termasuk kemampuan untuk bertahan dan menjaga diri.
Bayi juga bisa belajar life-skill, termasuk kemampuan untuk bertahan dan menjaga diri.
Mengajarkan anak mengenai keamanan tingkat dasar
di dalam air dan kepercayaan diri di dalam air bisa menyelamatkan jiwanya.
Melalui pelatihan yang progresif, bayi bisa belajar keterampilan pertahanan
diri sejak dini, seperti berenang mendekati benda padat saat berada di dalam
air, dan lain sebagainya.





